Archive for December, 2006

Di Awal Zaman……..

Tuesday, December 12th, 2006
     

     Di awal zaman, Tuhan menciptakan seekor sapi.


     Beliau berkata kepada sang sapi "Hari ini kuciptakan kau!


     Sebagai sapi engkau harus pergi ke padang rumput.


     Kau harus bekerja di bawah terik matahari sepanjang hari.


     Kutetapkan umurmu sekitar 50 tahun."


     Sang Sapi keberatan "Kehidupanku akan sangat berat selama 50 tahun.


     Kiranya 20 tahun cukuplah buatku.


     Kukembalikan kepadamu yang 30 tahun" Maka setujulah Tuhan.





     Di hari kedua, Tuhan menciptakan monyet.


     "Hai monyet, hiburlah  manusia. Aku berikan kau umur 20 tahun!"


     Sang monyet menjawab "What?


     Menghibur mereka dan membuat mereka tertawa? 10 tahun cukuplah.


     Kukembalikan 10 tahun padamu" Maka setujulah Tuhan.





     Di hari ketiga, Tuhan menciptakan anjing. "Apa yang harus kau lakukan


     adalah menjaga pintu rumah majikanmu. Setiap orang mendekat kau harus


     menggongongnya. Untuk itu kuberikan hidupmu selama 20 tahun!" Sang


     anjing menolak : "Menjaga pintu sepanjang hari selama 20 tahun ? No


     way.!


     Kukembalikan 10 tahun padamu". Maka setujulah Tuhan.





     Di hari keempat, Tuhan menciptakan manusia.


     Sabda Tuhan: "Tugasmu adalah makan, tidur, dan bersenang-senang.


     Inilah kehidupan. Kau akan menikmatinya.


     Akan kuberikan engkau umur sepanjang 25 tahun!"


     Sang manusia keberatan, katanya "Menikmati kehidupan selama 20 tahun?


     Itu terlalu pendek Tuhan.


     Let's make a deal. Karena sapi mengembalikan 30 tahun usianya,


     lalu anjing mengembalikan 10 tahun, dan monyet mengembalikan


     10 tahun usianya padamu, berikanlah semuanya itu padaku.


     Semua itu akan menambah masa hidupku menjadi 75 tahun.


     Setuju ?"   Maka setujulah Tuhan.





     AKIBATNYA..............................





     Pada 25 tahun pertama kehidupan sebagai manusia dijalankan


     (kita makan, tidur dan bersenang-senang)





     30 tahun berikutnya menjalankan kehidupan layaknya seekor sapi


     (kita harus bekerja keras sepanjang hari untuk menopang keluarga


     kita.)





     10 tahun kemudian kita menghibur dan membuat cucu kita tertawa dengan


     berperan sebagai monyet yang menghibur.





     Dan 10 tahun berikutnya kita tinggal dirumah, duduk didepan pintu,


     dan menggonggong kepada orang yang lewat





Empat Yang Lebih Baik Dari Empat

Tuesday, December 12th, 2006

1. Empat yang lebih baik dari empat i. Rasa malu pada kaum lelaki adalah baik akan tetapi malu kepada kaum wanita adalah lebih baik. ii. Sikap adil bagi setiap orang adalah baik, akan tetapi sikap adil bagi pemimpin adalah lebih baik. iii. Taubat orang yang sudah tua adalah baik. Akan tetapi taubat orang yang masih muda adalah lebih baik. iv. Mempunyai sifat dermawan bagi orang yang kaya adalah baik, akan tetapi dermawan bagi yang fakir adalah lebih baik.

2. Empat yang lebih buruk dari empat. i. Dosa bagi yang masih muda adalah buruk, akan tetapi dosa bagi sudah tua lebih buruk. ii. Sibuk bagi orang bodoh dengan dunia adalah buruk, akan tetapi sibuk seorang ulama dengan dunia adalah lebih buruk. iii. Malas untuk melakukan ketaatan bagi semua orang adalah buruk, akan tetapi malas bagi seorang ulama melakukan ketaatan adalah lebih buruk. iv. Sombong bagi golongan yang kaya adalah buruk, akan tetapi sombong bagi golongan yang miskin adalah lebih buruk.

3. Empat perkara yang akan menjadi sempurna karena Empat perkara. i. Sempurnanya solat dengan dua sujud sahwi, ii. Sempurnanya puasa dengan zakat fitrah, iii. Sempurnanya haji dengan fidyah dan iv. Sempurnanya iman dan fisalbilillah.

4. Empat macam lautan i. Lautan hawa adalah lautan dosa. Hawa adalah condong untuk berbuat dosa. ii. Lautan nafsu adalah lautan keinginan dan kelezatan. Nafsu adalah condong memenuhi segala keinginan syahwat yang berakhir dengan kemaksiatan. iii. Lautan maut adalah lautan umur. Maut adalah tempat berakhirnya umur. iv. Lautan kubur adalah lautan kesedihan.

Tolong Renungkan, Sebelum Terlambat…

Tuesday, December 12th, 2006

PERJALANAN HIDUP…!!!!!

Waktu kamu berumur 1 tahun, dia menyuapi dan memandikanmu … sebagai balasannya … kau menangis sepanjang malam.
Waktu kamu berumur 2 tahun, dia mengajarimu bagaimana cara berjalan ..
sebagai balasannya .. kamu kabur waktu dia memanggilmu
Waktu kamu berumur 3 tahun, dia memasak semua makananmu dengan kasih sayang … sebagai balasannya … kamu buang piring berisi makananmu ke lantai
Waktu kamu berumur 4 tahun, dia memberimu pensil warna … sebagai balasannya … kamu corat coret tembok rumah dan meja makan
Waktu kamu berumur 5 tahun, dia membelikanmu baju-baju mahal dan indah..sebagai balasannya … kamu memakainya bermain di kubangan lumpur
Waktu berumur 6 tahun, dia mengantarmu pergi ke sekolah … sebagai
balasannya … kamu berteriak "NGGAK MAU ..!"
Waktu berumur 7 tahun, dia membelikanmu bola … sebagai balasannya ..kamu melemparkan bola ke jendela tetangga
Waktu berumur 8 tahun, dia memberimu es krim … sebagai dalasannya ..kamu tumpahkan dan mengotori seluruh bajumu

Waktu kamu berumur 9 tahun, dia membayar mahal untuk kursus-kursusmu ..sebagai balasannya … kamu sering bolos dan sama sekali nggak mau belajar

Waktu kamu berumur 10 tahun, dia mengantarmu kemana saja, dari kolam renang sampai pesta ulang tahun … sebagai balasannya … kamu melompat
keluar mobil tanpa memberi salam
Waktu kamu berumur 11 tahun, dia mengantar kamu dan temen-temen kamu ke bioskop …. sebagai balasannya … kamu minta dia duduk di barisan lain
Waktu kamu berumur 12 tahun, dia melarangmu melihat acara tv khusus untuk orang dewasa … sebagai balasannya … kamu tunggu sampai dia keluar rumah
Waktu kamu berumur 13 tahun, dia menyarankanmu untuk memotong rambut karena sudah waktunya ..sebagai balasannya.. kamu bilang dia tidak tahu mode
Waktu kamu berumur 14 tahun, dia membayar biaya untuk kemahmu selama liburan … sebagai balasannya .. kamu nggak pernah menelponnya.
Waktu kamu berumur 15 tahun, pulang kerja dia ingin memelukmu …
sebagai balasannya … kamu kunci pintu kamarmu
Waktu kamu berumur 16 tahun, dia mengajari kamu mengemudi mobil …sebagai balasannya … kamu pakai mobilnya setiap ada kesempatan tanpa
mempedulikan kepentingannya
Waktu kamu berumur 17 tahun, dia sedang menunggu telpon yang penting .. sebagai balasannya … kamu pakai telpon nonstop semalaman,
waktu kamu berumur 18 tahun, dia menangis terharu ketika kamu lulus SMA.. sebagai balasannya .. kamu berpesta dengan teman-temanmu sampai pagi

Waktu kamu berumur 19 tahun, dia membayar semua kuliahmu dan mengantarmu
ke kampus pada hari pertana … sebagai balasannya … kamu minta
diturunkan jauh dari pintu gerbang biar nggak malu sama temen-temen.

Waktu kamu berumur 20 tahun, dia bertanya "Darimana saja seharian ini?".. sebagai balasannya … kamu menjawab "Ah, cerewet amat sih, pengen tahu urusan orang."
Waktu kamu berumur 21 tahun, dia menyarankanmu satu pekerjaan bagus untuk karier masa depanmu …. sebagai balasannya … kamu bilang "Aku nggak mau
seperti kamu."
Waktu kamu berumur 22 tahun, dia memelukmu dan haru waktu kamu lulus
perguruan tinggi … sebagai balasanmu … kamu nanya kapan kamu bisa main ke luar negeri
Waktu kamu berumur 23 tahun, dia membelikanmu 1 set furniture untuk rumah
barumu … sebagai balasannya … kamu ceritain ke temanmu betapa jeleknya furniture itu
Waktu kamu berumur 24 tahun, dia bertemu dengan tunanganmu dan bertanya
tentang rencana di masa depan … sebagai balasannya … kamu mengeluh
"Aduh gimana sih kok bertanya seperti itu."
Waktu kamu berumur 25 tahun, dia membantumu membiayai pernikahanmu ..
sebagai balasannya … kamu pindah ke kota lain yang jaraknya lebih dari 500 km.
Waktu kamu berumur 30 tahun, dia memberimu nasehat bagaimana merawat
bayimu … sebagai balasannya … kamu katakan "Sekarang jamannya sudah beda."
Waktu kamu berumur 40 tahun, dia menelponmu untuk memberitahu pesta salah
satu saudara dekatmu … sebagai balasannya kamu jawab "Aku sibuk sekali,
nggak ada waktu."

Waktu kamu berumur 50 tahun, dia sakit-sakitan sehingga memerlukan perawatanmu .. sebagai balasannya … kamu baca tentang pengaruh negatif orang tua yang numpang tinggal di rumah anaknya

dan hingga SUATU HARI, dia meninggal dengan tenang … dan tiba-tiba kamu
teringat semua yang belum pernah kamu lakukan, … dan itu menghantam
HATIMU bagaikan pukulan godam
MAKA ..
JIKA ORANGTUAMU MASIH

ADA

.. BERIKANLAH KASIH SAYANG DAN PERHATIAN LEBIH DARI YANG PERNAH KAMU BERIKAN SELAMA INI

sebelum terlambat…………. 

Keuntungan Jadi Cewe…..

Tuesday, December 12th, 2006

Singkatan KO = Kata Orang

1. Cowo angkat barang berat
KO : Udah biasa, biarin aja ga usah dibantuin
Cewe angkat barang berat
KO : Kesian banget, bantuin yuk..emang  suaminya ke mana ?


2. Cowo pake baju cewe
KO : Idih mbak..mo ke mana ? suit..suit..(bencong maksudnya)
Cewe pake baju cowo
KO : Cool..boleh juga..eksentrik

3. Cowo nganterin cewe nya orang
KO : Kamu siapa ? jedag..jedug (digebukin ama cowo nya yg cewe)
Cewe dianterin ama cowo orang lain
KO : Tetep aja yg digebugin yg cowo ama cowo nya yg cewe, bingungkan..he..he..

4. Cowo suka shopping
KO : Amit2 kayak cewe aja..
Cewe suka shopping
KO : Udah biasa maklumlah cewe :-P

5. Cowo muter2 di mall
KO : Muter2 terus, ga beli2…kayak setrikaan ga panas2…
Cewe muter2 di mall
KO : Maklumlah belom ada yg cocok untuk dibeli..

6. Cowo ditraktir cewe
KO : Pelit banget sih..dasar cowo ga modal
Cewe ditraktir cowo
KO : Emang seharusnya gitu

7. Cowo cengeng ngeliat sinetron
KO : Dasar cengeng, gitu aja nangis…gengsi doongg…!!
Cewe cengeng ngeliat sinetron
KO : Bener2 berperasaan halus..dia pasti terharu..

8. Cowo ga kerja
KO : Ga punya malu
Cewe ga kerja
KO : Lebih mementingkan keluarga

9. Cowo suka marah2
KO : Kasar banget dia, moga aja ntar suamiku ga gitu…
Cewe suka marah2
KO : Pasti dia lagi datang bulan

10. Cowo menangis & ketawa dalam 1 waktu
KO : Gila
Cewe menangis & ketawa dalam 1 waktu
KO : Begitulah cewe

11. Cowo idiot
KO : Malu-maluin
Cewe idiot
KO : Dia

kan

cantik

12. Cowo ngabisin duit istrinya
KO : Pasti buat selingkuh
Cewe ngabisin duit suaminya
KO : Itulah tugas cewe

A NICE STORY

Tuesday, December 12th, 2006

Pada hari pernikahanku, aku membopong istriku. Mobil pengantin berhenti didepan flat kami yg cuma berkamar satu. Sahabat2ku menyuruhku untuk membopongnya begitu keluar dari mobil. Jadi kubopong ia memasuki rumah kami. Ia kelihatan malu2. Aku adalah seorang pengantin pria yg sangat bahagia.


Ini adalah kejadian 10 tahun yg lalu. Hari2 selanjutnya berlalu demikian simpel seperti secangkir air bening: Kami mempunyai seorang anak, saya terjun ke dunia usaha dan berusaha untuk menghasilkan banyak uang. Begitu kemakmuran meningkat, jalinan kasih diantara kami pun semakin surut.


Ia adalah pegawai sipil. setiap pagi kami berangkat kerja bersama2 dan sampai dirumah juga pada waktu yg bersamaan. Anak kami sedang belajar di luar negeri. Perkawinan kami kelihatan bahagia. Tapi ketenangan hidup berubah dipengaruhi oleh perubahan yg tidak kusangka2.


Dew hadir dalam kehidupanku.


Waktu itu adalah hari yg cerah. Aku berdiri di balkon. dengan Dew yg sedang merangkulku. Hatiku sekali lagi terbenam dalam aliran cintanya. ini adalah apartment yg kubelikan untuknya.


Dew berkata , "kamu adalah jenis pria terbaik yg menarik para gadis." Kata2nya tiba-tiba mengingatkanku pada istriku. Ketika kami baru menikah, istriku pernah berkata, "Pria sepertimu, begitu sukses, akan menjadi sangat menarik bagi para gadis. " Berpikir tentang ini, Aku menjadi ragu2. Aku tahu kalo aku telah menghianati istriku.
Tapi aku tidak sanggup menghentikannya. Aku melepaskan tangan Dew dan berkata, "kamu harus pergi membeli beberapa perabot, O.K.?.Aku ada sedikit urusan dikantor" Kelihatan ia jadi tidak senang karena aku telah berjanji menemaninya. Pada saat tersebut, ide perceraian menjadi semakin jelas dipikiranku walaupun kelihatan tidak mungkin. Bagaimanapun, aku merasa sangat sulit untuk membicarakan hal ini pada istriku. Walau bagaimanapun ku jelaskan, ia pasti akan sangat terluka. Sejujurnya, ia adalah seorang istri yg baik. Setiap malam ia sibuk menyiapkan makan malam. Aku duduk santai di depan TV. Makan malam segera tersedia. Lalu kami akan menonton TV sama2. Atau, Aku akan menghidupkan komputer,membayangkan tubuh Dew. Ini adalah hiburan bagiku.


Suatu hari aku berbicara dalam guyon, "seandainya kita bercerai, apa yg akan kau lakukan? " Ia menatap padaku selama beberapa detik tanpa bersuara. Kenyataannya ia percaya bahwa perceraian adalah sesuatu yg sangat jauh dari ia. Aku tidak bisa membayangkan bagaimana ia akan menghadapi kenyataan jika tahu bahwa aku serius.


ketika istriku mengunjungi kantorku, Dew baru saja keluar dari ruanganku. Hampir seluruh staff menatap istriku dengan mata penuh simpati dan berusaha untuk menyembunyikan segala sesuatu selama berbicara dengan ia..
Ia kelihatan sedikit kecurigaan Ia berusaha tersenyum pada bawahan2ku. Tapi aku membaca ada kelukaan di matanya. Sekali lagi, Dew berkata padaku," He Ning, ceraikan ia, O.K.? Lalu kita akan hidup bersama."
Aku mengangguk. Aku tahu aku tidak boleh ragu2 lagi. Ketika malam itu istriku menyiapkan makan malam, ku pegang tangannya,"Ada sesuatu yg harus kukatakan" Ia duduk diam dan makan tanpa bersuara. Sekali lagi aku melihat ada luka dimatanya. Tiba2 aku tidak tahu harus berkata apa. Tapi ia tahu kalo aku terus berpikir. "aku ingin bercerai", ku ungkapkan topik ini dengan serius tapi tenang. Ia seperti tidak terpengaruh oleh kata2ku, tapi ia bertanya secara lembut,"kenapa?" "Aku serius. " Aku menghindari pertanyaannya. Jawaban ini membuat ia sangat marah. Ia melemparkan sumpit dan berteriak kepadaku,"Kamu bukan laki2!".


Pada malam itu, kami sekali saling membisu. Ia sedang menangis.. Aku tahu kalau ia ingin tahu apa yg telah terjadi dengan perkawinan kami. Tapi aku tidak bisa memberikan jawaban yg memuaskan sebab hatiku telah dibawa pergi oleh Dew. Dengan perasaan yg amat bersalah, Aku menuliskan surat perceraian dimana istriku memperoleh rumah, mobil dan 30% saham dari perusahaanku. Ia memandangnya sekilas dan mengoyaknya jadi beberapa bagian.. Aku merasakan sakit dalam hati. Wanita yg telah 10 tahun hidup bersamaku sekarang menjadi seorang yg asing dalam hidupku. Tapi aku tidak bisa mengembalikan apa yg telah kuucapkan. Akhirnya ia menangis dengan keras didepanku, dimana hal tersebut tidak pernah kulihat sebelumnya. Bagiku, tangisannya merupakan suatu pembebasan untukku. Ide perceraian telah menghantuiku dalam beberapa minggu ini dan sekarang sungguh2 telah terjadi ..


Pada larut malam, aku kembali ke rumah setelah menemui klienku. Aku melihat ia sedang menulis sesuatu. Karena capek aku segera ketiduran. Ketika aku terbangun tengah malam, aku melihat ia masih menulis. Aku tertidur kembali. Ia menuliskan syarat2 dari perceraiannya: ia tidak menginginkan apapun dariku, tapi aku harus memberikan waktu sebulan sebelum menceraikannya, dan dalam waktu sebulan itu kami harus hidup bersama seperti biasanya. Alasannya sangat sederhana: Anak kami akan segera menyelesaikan pendidikannya dan liburannya adalah sebulan lagi dan ia tidak ingin anak kami melihat kehancuran rumah tangga kami. Ia menyerahkan persyaratan tersebut dan bertanya," He Ning, apakah kamu masih ingat bagaimana aku memasuki rumah kita ketika pada hari pernikahan kita? Pertanyaan ini tiba2 mengembalikan beberapa kenangan indah kepadaku. Aku mengangguk dan mengiyakan. "Kamu membopongku dilenganmu", katanya, "jadi aku punya sebuah permintaan, yaitu kamu akan tetap membopongku pada waktu perceraian kita. Dari sekarang sampai akhir bulan ini, setiap pagi kamu harus membopongku keluar dari kamar tidur ke pintu." Aku menerima dengan senyum. Aku tahu ia merindukan beberapa kenangan indah yg telah berlalu dan berharap perkawinannya diakhiri dengan suasana romantis.


Aku memberitahukan Dew soal syarat2 perceraian dari istriku. Ia tertawa keras dan berpikir itu tidak ada gunanya. "Bagaimanapun trik yg ia lakukan, ia harus menghadapi hasil dari perceraian ini," ia mencemooh. Kata2nya membuatku merasa tidak enak.


Istriku dan aku tidak mengadakan kontak badan lagi sejak kukatakan perceraian itu. kami saling menganggap orang asing. Jadi ketika aku membopongnya di hari pertama, kami kelihatan salah tingkah. Anak kami menepuk punggung kami, "wah, papa membopong mama, mesra sekali" Kata2nya membuatku merasa sakit. Dari kamar tidur ke ruang duduk, lalu ke pintu, aku berjalan 10 meter dengan ia dalam lenganku. Ia memejamkan mata dan berkata dengan lembut," mari kita mulai hari ini, jangan memberitahukan pada anak kita." Aku mengangguk, merasa sedikit bimbang. Aku melepaskan ia di pintu. Ia pergi menunggu bus, dan aku pergi ke kantor.

Pada hari kedua, bagi kami terasa lebih mudah. Ia merebah di dadaku, Kami begitu dekat sampai2 aku bisa mencium wangi di bajunya. Aku menyadari bahwa aku telah sangat lama tidak melihat dengan mesra wanita
ini. Aku melihat bahwa ia tidak muda lagi. beberapa kerut tampak di wajahnya.


Pada hari ketiga, ia berbisik padaku, "kebun diluar sedang dibongkar. hati2 kalau kamu lewat sana."


Hari keempat, ketika aku membangunkannya, aku merasa kalau kami masih mesra seperti sepasang suami istri dan aku masih membopong kekasihku dilenganku.


Bayangan Dew menjadi samar.


Pada hari kelima dan enam, ia masih mengingatkan aku beberapa hal, seperti, dimana ia telah menyimpan baju2ku yg telah ia setrika, aku harus hati2 saat memasak, dll. Aku mengangguk. Perasaan kedekatan terasa semakin erat.
Aku tidak memberitahu Dew tentang ini.


Aku merasa begitu ringan membopongnya. Berharap setiap hari pergi ke kantor bisa membuatku semakin kuat. Aku berkata padanya, "kelihatannya tidaklah sulit membopongmu sekarang"


Ia sedang mencoba pakaiannya, aku sedang menunggu untuk membopongnya keluar. Ia berusaha mencoba beberapa tapi tidak bisa menemukan yg cocok. Lalu ia melihat,"semua pakaianku kebesaran". Aku tersenyum.Tapi tiba2 aku menyadarinya sebab ia semakin kurus itu sebabnya aku bisa membopongnya dengan ringan bukan disebabkan aku semakin kuat. Aku tahu ia mengubur semua kesedihannya dalam hati. Sekali lagi , aku merasakan perasaan sakit Tanpa sadar ku sentuh kepalanya. Anak kami masuk pada saat tersebut. "Pa, sudah waktunya membopong mama keluar" Baginya, melihat papanya sedang membopong mamanya keluar menjadi bagian yg penting. Ia memberikan isyarat agar anak kami mendekatinya dan merangkulnya dengan erat. Aku membalikkan wajah sebab aku takut aku akan berubah pikiran pada detik terakhir. Aku menyanggah ia dilenganku, berjalan dari kamar tidur, melewati ruang duduk ke teras. Tangannya memegangku secara lembut dan alami. aku menyanggah badannya dengan kuat seperti kami kembali ke hari pernikahan kami. Tapi ia kelihatan agak pucat dan kurus, membuatku sedih.


Pada hari terakhir, ketika aku membopongnya dilenganku, aku melangkah dengan berat. Anak kami telah kembali ke sekolah. ia berkata,"sesungguhnya aku berharap kamu akan membopongku sampai kita tua" Aku memeluknya dengan kuat dan berkata "antara kita saling tidak menyadari bahwa kehidupan kita begitu mesra".


Aku melompat turun dari mobil tanpa sempat menguncinya. Aku takut keterlambatan akan membuat pikiranku berubah. Aku menaiki tangga. Dew membuka pintu. Aku berkata padanya," Maaf Dew, Aku tidak ingin bercerai. Aku serius". Ia melihat kepadaku, kaget. Ia menyentuh dahiku. "Kamu tidak demam". Kutepiskan tangannya dari dahiku"maaf, Dew, Aku cuma bisa bilang maaf padamu, Aku tidak ingin bercerai. Kehidupan rumah tanggaku membosankan disebabkan ia dan aku tidak bisa merasakan nilai2 dari kehidupan, bukan disebabkan kami tidak saling mencintai lagi. Sekarang aku mengerti sejak aku membopongnya masuk ke rumahku, ia telah melahirkan anakku. Aku akan menjaganya sampai tua. Jadi aku minta maaf padamu" Dew tiba2 seperti tersadar. Ia memberikan tamparan keras kepadaku dan menutup pintu dgn kencang dan tangisannya meledak. Aku menuruni tangga dan pergi ke kantor. Dalam perjalanan aku melewati sebuah toko bunga, ku pesan sebuah buket bunga kesayangan istriku. Penjual bertanya apa yg mesti ia tulis dalam kartu ucapan? Aku tersenyum, dan menulis " Aku akan membopongmu setiap pagi sampai kita tua.."

CintA bErpijAK pAdA pErAsaaN sekALiguS akAL sehAT

Tuesday, December 12th, 2006

Miskonsepsi pertama yang ditentang
  Bowman adalah manusia jatuh cinta dengan
  menggunakan perasaan belaka.
  Betul, kita jatuh cinta dengan hati. Tapi agar
  tidak menimbulkan kekacauan di kemudian hari,
  kita diharapkan untuk juga menggunakan akal
  sehat. 
Bohong besar kalau kita bisa jatuh cinta
  dengan  begitu saja tanpa bisa mengelak. Yang sesungguhnya terjadi,

proses jatuh cinta dipengaruhi tradisi, kebiasaan, standar,
  gagasan,  dan ideal kelompok dari mana kita berasal.

  Bohong besar pula kalau kita merasa boleh
  berbuat apa saja saat jatuh cinta, dan tidak
  bisa  dimintai pertanggunganjawab bila perbuatan-
  perbuatan impulsif itu berakibat buruk suatu
  ketika nanti. Kehilangan perspektif bukanlah
  pertanda kita jatuh cinta, melainkan sinyal
  kebodohan.

  Cinta membutuhkan proses !!! Bowman juga
  menolak anggapan cinta bisa berasal dari
  pandangan pertama. Cinta itu tumbuh dan
  berkembang dan merupakan emosi yang
  kompleks, katanya. Untuk tumbuh dan
  berkembang, cinta membutuhkan waktu.

  Jadi memang tidak mungkin kita mencintai
  seseorang yang tidak ketahuan asal-usulnya
  dengan begitu saja. Cinta tidak pernah
  menyerang tiba-tiba, tidak juga jatuh dari
  langit.  Cinta datang hanya ketika dua individu telah
  berhasil melakukan orientasi ulang terhadap
  hidup dan memutuskan untuk memilih orang
  lain  sebagai titik fokus baru.

  Yang mungkin terjadi dalam fenomena cinta
  pada pandangan pertama adalah pasangan
  terserang  perasaan saling tertarik yang sangat kuat-
  bahkan  sampai tergila-gila. Kemudian perasaan
  kompulsif itu berkembang jadi cinta tanpa menempuh masa jeda.

  Dalam kasus cinta pada pandangan
  pertama,  banyak orang tidak benar-benar mencintai
  pasangannya, melainkan jatuh cinta pada
  konsep cinta itu sendiri. Sebaliknya dengan orang
  yang benar-benar mencinta. Mereka mencintai
  pasangan sebagai personalitas yang utuh.

  Cinta tidak menguasai dan mengalah, tapi
  berbagi.  Bukan cinta namanya bila kita berkehendak
  mengontrol pasangan. Juga bukan cinta bila
  kita bersedia mengalah demi kepuasan kekasih.
  Orang yang mencinta tidak menganggap
  kekasih sebagai atasan atau bawahan, tapi sebagai
  pasangan untuk berbagi, juga untuk
  mengidentifikasi diri.

  Bila kita berkeinginan menguasai kekasih
  (membatasi pergaulannya, melarangnya beraktivitas positif, mengatur

seleranya berbusana)atau melulu mengalah (tidak protes bila kekasih

  berbuat buruk, tidak keberatan dinomorsekiankan), berarti kita belum

  siap memberi dan menerima cinta.

  Cinta itu konstruktif.
  Individu yang mencinta berbuat sebaik-
  baiknya demi kepentingan sendiri sekaligus demi
  (kebanggaan)pasangan. Dia berani
  berambisi, bermimpi konstruktif, dan merencanakan
  masa depan. Sebaliknya dengan yang jatuh cinta
  impulsif. Bukannya berpikir dan bertindak
  konstruktif, dia kehilangan ambisi, nafsu
  makan, dan minat terhadap masalah sehari-hari.
  Yang dipikirkan hanya kesengsaraan pribadi.
  Impiannya pun tak mungkin tercapai. Bahkan
  impian itu bisa menjadi subsitusi kenyataan.

  Cinta tidak melenyapkan semua masalah.
  Penganut faham romantik percaya cinta bisa
  mengatasi masalah. Seakan-akan cinta itu
  obat bagi segala penyakit (panacea). Kemiskinan
  dan banyak problem lain diyakini bisa diatasi
  dengan berbekal cinta belaka. Faktanya, cinta tidaklah
  seajaib itu. Cinta hanya bisa membuat
  sepasang kekasih berani menghadapi masalah.
  Permasalahan seberat apapun mungkin
  didekati dengan jernih agar bisa dicarikan jalan
  keluar. Orang yang tengah mabuk kepayang-berarti
  tidak benar-benar mencinta-cenderung
  membutakan mata saat tercegat masalah. Alih-alih
  bertindak dengan akal sehat, dia mengenyampingkan
  problem.


  Cinta cenderung konstan.
  Ya, cinta itu bergerak konstan. Maka kita patut
  curiga bila grafik perasaan kita pada kekasih
  turun naik sangat tajam. Kalau saat jauh kita
  merasa kekasih lebih hebat dibanding saat
  bersama, itu pertanda kita mengidealisasikannya,
  bukan melihatnya secara realistis. Lantas
  saat kembali bersama, kita memandang kekasih
  dengan lebih kritis dan hilanglah segala
  bayangan hebat itu. Sebaliknya berhati-hatilah bila kita
  merasa kekasih hebat saat kita berdekatan
  dengannya dan tidak lagi merasakan hal
  yang sama saat dia jauh. Hal sedemikian
  menandakan kita terkecoh oleh daya tarik fisik. Cinta
  terhitung sehat bila saat dekat dan jauh dari pasangan,
  kita menyukainya dalam kadar sebanding.

  Cinta tidak bertumpu pada daya tarik fisik.
  Dalam hubungan cinta, daya tarik fisik
  penting. Tapi bahaya bila kita menyukai kekasih hanya
  sebatas fisik dan membencinya untuk banyak
  faktor lainnya. Saat jatuh cinta, kita menikmati
  dan memberi makna penting bagi setiap kontak
  fisik.  Kontak fisik, ketahuilah, hanya terasa
  menyenangkan bila kita dan pasangan saling
  menyukai personalitas masing-masing. Maka
  bukan cinta namanya, melainkan nafsu, bila
  kita menganggap kontak fisik hanya memberi
  sensasi menyenangkan tanpa makna apa-apa.
  Dalam cinta, afeksi terwujud belakangan saat
  hubungan kian dalam. Sedang nafsu menuntut
  pemuasan fisik sedari permulaan.

  Cinta tidak buta, tapi menerima.
  Cinta itu buta? Tidak sama sekali. Orang
  yang mencinta melihat dan menyadari sisi buruk
  kekasih. Karena besarnya cinta, dia berusaha
  menerima dan mentolerir. Tentu ada
  keinginan agar sisi buruk itu membaik. Namun
  keinginan itu haruslah didasari perhatian dan maksud
  baik.  Tidak boleh ada kritik kasar, penolakan,
  kegeraman, atau rasa jijik. Nafsulah yang
  buta.  Meski pasangan sangat buruk, orang yang
  menjalin hubungan dengan penuh nafsu
  menerima tanpa keinginan memperbaiki.
  Juga meninggalkan pasangan saat keinginannya
  terpuaskan, hanya karena pasangan punya
  secuil keburukan yang sangat mungkin diperbaiki.

  Cinta memperhatikan kelanjutan hubungan.
  Orang yang benar-benar mencinta
  memperhatikan perkembangan hubungan
  dengan kekasih. Dia menghindari segala hal yang
  mungkin merusak hubungan. Sebisa
  mungkin dia melakukan tindakan yang bisa memperkuat,
  mempertahankan, dan memajukan
  hubungan. Orang yang sedang tergila-gila mungkin saja
  berusaha keras menyenangkan kekasih.
  Namun usaha itu semata-mata dilakukan agar
  kekasih menerimanya, sehingga tercapailah
  kepuasan yang diincar. Orang yang mencinta
  menyenangkan pasangan untuk memperkuat
  hubungan.

  Cinta berani melakukan hal menyakitkan.
  Selain berusaha menyenangkan kekasih,
  orang yang sungguh-sungguh mencinta memiliki
  perhatian, keprihatinan, pengertian, dan
  keberanian untuk melakukan hal yang tidak
  disukai kekasih demi kebaikan. Seperti
  seorang ibu yang berkata tidak saat anaknya minta es
  krim, padahal sedang flu.

  Begitulah kita semua seharusnya bersikap
  pada pasangan.

## Bis Yang Kutunggu ##

Tuesday, December 12th, 2006



Cinta itu sama seperti orang yang menunggu bis.

Sebuah bis datang, dan kamu bilang, "Wah.. terlalu penuh, sumpek,


bakalan enggak bisa duduk nyaman neh! aku tunggu bis berikutnya aja deh."





Kemudian, bis berikutnya datang. Kamu melihatnya dan berkata, "Aduh


bisnya kurang asik nih, enggak bagus lagi.. enggak mau ah.."





Bis selanjutnya datang, cool dan kamu berminat, tapi seakan-akan dia


tidak melihatmu dan lewat begitu saja.





Bis keempat berhenti di depan kamu. Bis itu kosong, cukup bagus, tapi


kamu bilang, "Nggak ada AC nih, bisa kepanasan aku". Maka kamu membiarkan bis keempat itu pergi.





Waktu terus berlalu, kamu mulai sadar bahwa kamu bisa terlambat pergi ke kantor.





Ketika bis kelima datang, kamu sudah tak sabar, kamu langsung


Melompat masuk ke dalamnya. Setelah beberapa lama, kamu akhirnya sadar kalau kamu salah menaiki bis. Bis tersebut jurusannya bukan yang kamu tuju! Dan kau baru sadar telah menyiakan waktumu sekian lama.





sering kali seseorang menunggu orang yang benar-benar 'ideal' untuk menjadi pasangan hidupnya. Padahal tidak ada orang yang 100% memenuhi keidealan kita .





Dan kamu pun tidak akan pernah bisa menjadi 100% sesuai keinginan dia.





Tidak ada salahnya memiliki 'persyaratan' untuk 'calon',.... tapi tidak ada salahnya juga memberi kesempatan kepada yang berhenti di depan kita.





Tentunya dengan jurusan yang sama seperti yang kita tuju. Apabila ternyata memang tidak cocok, apa boleh buat.. tapi kamu masih bisa berteriak 'Kiri' ! dan keluar dengan sopan.





Maka memberi kesempatan pada yang berhenti di depanmu, semuanya


bergantung pada keputusanmu. Daripada kamu harus jalan kaki sendiri


menuju kantormu, dalam arti menjalani hidup ini tanpa kehadiran orang


yang dikasihi.





Cerita ini juga berarti, kalau kebetulan kamu menemukan bis yang kosong,


kamu sukai dan bisa kamu percayai, dan tentunya sejurusan dengan


tujuanmu, kamu dapat berusaha sebisamu untuk menghentikan bis tersebut di depanmu, agar dia dapat memberi kesempatan kepadamu untuk masuk ke


dalamnya. Karena menemukan yang seperti itu adalah suatu berkah yang


sangat berharga dan sangat berarti. Bagimu sendiri, dan bagi dia.





Lalu bis seperti apa yang kamu tunggu?


Pantun Cinta

Tuesday, December 12th, 2006

Alkisah dua muda-mudi lagi dimabuk
asmara, tergoda untuk melakukan Making
Love, inilah gaya mereka dengan pantun-
pantunan dulu sebelumnya.

Cowok : "Sayur sop sayur kacang,
Making Love yok, yang???"

Cewek : "Buah duren di kebun kacang,
bawa durex nggak, yang?"

Cowok : "Buah delima buah duren,
dualima lebih keren."

Cewek : "Bawa kaca takut pecah, pake
sutra pasti lebih aaaaahh…"

Cowok : "Buah durian buah lengkeng,
nggak usah pake sekalian deh neng…"

Cewek : "Mau ngemil buah kedondong,
kalo hamil gimana dong?"

Cowok : "Jangan ngemil buah kedondong,
kalo
hamil ya… kutinggal pergi dong!"

Cewek : "Eh, gundulmu!!… tanggung
jawab dong!!!"

Cinta Adalah Pengorbanan

Tuesday, December 12th, 2006

CINTA ADALAH …

Bila telapak tanganmu berkeringat, hatimu dag dig dug, suaramu bagai tersangkut di tenggorokan, itu bukan cinta tetapi suka.

                                             
Bila tanganmu tidak dapat berhenti memegang dan menyentuhnya, itu  bukan cinta tetapi birahi.

 
Bila kamu menginginkannya karena tahu ia akan selalu berada di sampingmu, itu bukan cinta tetapi kesepian.

      
Bila kamu menerima pernyataan cintanya, karena kamu tidak mau menyakiti perasaan dan hatinya, itu bukan cinta tetapi kasihan. 

   
Bila kamu bersedia memberikan semua yang kamu suka demi dia, itu bukan cinta tetapi kemurahan hati.


Bila kamu bangga dan selalu ingin memamerkannya, kepada semua orang, itu bukan cinta tapi kemujuran.

 
Bila kamu mengatakan kepadanya bahwa ia adalah satu satunya hal yg kamu pikirkan, itu bukan cinta tapi gombal.

 
Kamu mencintainya, ketika kamu menerima kesalahan dia, karena itu adalah bagian dari kepribadian,

Ketika kamu rela memberikan hatimu, kehidupanmu, bahkan kematianmu;

 
Ketika hatimu tercabik bila ia sedih, dan berbunga bila ia bahagia;

 
Ketika kamu menangis untuk kepedihannya biarpun ia cukup tegar menghadapinya;

                                                      
Ketika kamu tertarik kepada orang lain tetapi kamu masih mau bersamanya.

 
Ketika kamu rela melepaskan dia agar dia lebih bahagia

                                                                           
Cinta adalah pengorbanan….

Untukmu

Sunday, December 10th, 2006

Aku melihatmu kamu berjalan dengan letih
Tapi aku tak bisa menggantikanmu
Kamu harus tetap berjalan sendiri
Tapi aku akan menemanimu berjalan

Aku melihat kamu menangis
Tapi aku tak bisa menggantikanmu menangis
Kamu harus tetap meneteskan airmata itu sendiri
Tapi aku akan menangis bersamamu

Aku melihat kau ingin menyerah
Maaf, tapi aku tak bisa menggantikan tempatmu
Kamu harus tetap menjalani hidupmu sendiri
Tapi aku akan hidup bersamamu………