mEnCinTaimU aDaLaH Luka baGikU..
Wednesday, December 27th, 2006Seperti senja yang tergantikan pekat malam. Mencintaimu hingga kini adalah berjalan di atas luka mencari - cari sekedar obat pengalis hati. Mencintaimu hingga kini adalah mengikat diri dingin tak terperi menahan raga ku tak bisa berlari Entah indah, entah salah karna mencintaimu adalah ego ku yang menyembah kaki amarahmu, karna mencintaimu adalah menghalalkan segala jenis dusta-dusta dari mulutmu. Padahal mencintai ku mungkin tak pernah kau lakukan meski salah, dusta kadang tampak indah kau rajutkan pelangi semu di hari berwarna abu-abu kau gantungkan asa hingga aku nyaris mati disana… Cinta bukanlah rangkaian kata “ Aku menyayangimu “ tetapi cinta mampu mengungkapkannya dalam sebuah perilaku yang terbaik.. yang pernah dimiliki dan memberikannya kepada orang yang dicintai. Terkadang seseorang tidak sadar telah mengucapkan hal yang sebenarnya bertolak belakang, dalam ruang lingkup kesadaran… benar adanya ungkapan yang menyatakan bahwa Cinta itu perlu pembuktian bukan perkataan, sampai kapan otak menuntut hati untuk mendapatkan orang yang mau mengerti kerasnya keinginan … sampai kapan naluri bersandar dengan keegoisan bahwa setiap manusia akan memiliki seseorang yang mau menerima diri yang penuh dengan kekurangan … andaipun ada, apakah orang tersebut mampu melihat… Hal itulah yang menghancurkan karakter cinta. Mencintai … menjadi menyakitkan karena belum tentu orang yang dicintai itu merasakan hal yang sama… sungguh betapa pahit mencintai itu, saat mengetahui orang yang disayangi memilih yang lain, namun mencintai ialah membiarkan orang yang disayangi itu berjalan dalam kehidupannya sendiri tanpa merubah sesuatu yang ia miliki menjadi gambaran yang diinginkan. Mencintai … bukanlah menjadikan seseorang persis seperti yang diharapkan … tapi mencintai adalah proses dimana setiap manusia bisa menerima seseorang itu apa adanya tanpa ada sebuah peraturan, tanpa ada perubahan dan tanpa ada perjanjian.. Karena Cinta bukanlah benda yang bisa ditawar… Cinta bukanlah Novel yang bisa berjalan mengikuti imajinasi penulisnya … dan Cinta bukanlah lukisan yang bisa dilukis diatas Kanvas… Mencintai … Menyatakannya dalam lisan, menjaganya dalam perasaan dan.. mengungkapkannya dalam perbuatan.